<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rid1nhabib&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://rid1nhabib.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rid1nhabib.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Feb 2010 04:07:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rid1nhabib.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rid1nhabib&#039;s Blog</title>
		<link>http://rid1nhabib.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rid1nhabib.wordpress.com/osd.xml" title="Rid1nhabib&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rid1nhabib.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>AC Milan</title>
		<link>http://rid1nhabib.wordpress.com/2010/02/27/ac-milan/</link>
		<comments>http://rid1nhabib.wordpress.com/2010/02/27/ac-milan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 04:07:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rid1nhabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rid1nhabib.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah (1899 hingga kini) [sunting] Awal masa terbentuk“ Saremo una squadra di diavoli. I nostri colori saranno il rosso come il fuoco e il nero come la paura che incuteremo agli avversari! ” —Herbert Kilpin Klub ini didirikan oleh dua orang ekspatriat Inggris , yaitu Herbert Kilpin dan Alfred Edwards dengan nama Klub Kriket dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rid1nhabib.wordpress.com&amp;blog=11741112&amp;post=9&amp;subd=rid1nhabib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah (1899 hingga kini)<br />
[sunting]<br />
Awal masa terbentuk“	Saremo una squadra di diavoli. I nostri colori saranno il rosso come il fuoco e il nero come la paura che incuteremo agli avversari!	”</p>
<p>—Herbert Kilpin</p>
<p>Klub ini didirikan oleh dua orang ekspatriat Inggris , yaitu Herbert Kilpin dan Alfred Edwards dengan nama Klub Kriket dan Sepakbola Milan pada tahun 16 Desember 1899. Pada saat itu, Edwards menjadi Presiden klub pertama Milan dan Kilpin menjadi kapten tim pertama Milan. Musim 1901, Milan memenangkan gelar pertamanya sebagai jawara sepakbola Italia, setelah mengalahkan Genoa C.F.C. 3-0 di final Kejuaraan Sepakbola Italia. Pada 1908, sebagian pemain dari Italia dan para pemain dari Swiss yang tidak menyukai dominasi orang Italia dan Inggris dalam skuad inti Milan saat itu, memisahkan diri dari Milan dan membentuk Internazionale.<br />
[sunting]<br />
Masa GreNoLi</p>
<p>GreNoLi</p>
<p>Pada dekade 50-an, Milan ditakuti di bidang sepakbola dunia karena mempunyai trio GreNoLi , yang terdiri atas Gunnar Gren , Gunnar Nordahl , dan Nils Liedholm .Ketiganya merupakan pemain asal Swedia. Gren dan Nordahl beroperasi di sektor depan sebagai striker, sementara Liedholm mendukung serangan sebagai penyerang bayangan (playmaker). Tim di masa ini juga dihuni oleh sekelompok pemain-pemain berkualitas pada masanya, seperti Lorenzo Buffon, Cesare Maldini, dan Carlo Annovazzi. Kemenangan tersukses AC Milan oleh Juventus tercipta 5 Februari 1950, dengan skor 7-1, dan Gunnar Nordahl mencetak hat-trick.<br />
[sunting]<br />
Era Nereo Rocco</p>
<p>Milan kembali memenangi musim 1961/1962. Pelatihnya saat itu adalah Nereo Rocco, pelatih sepakbola yang inovatif, yang dikenal sebagai penemu taktik catenaccio (pertahanan berantai). Di dalam tim termasuk Gianni Rivera dan José Altafini yang keduanya masih muda. Musim berikutnya, dengan gol Altafini, Milan memenangkan Piala Eropa pertama mereka (kemudian dikenal sebagai Liga Champions UEFA) dengan mengalahkan Benfica 2-1. Ini juga merupakan pertama kalinya sebuah tim Italia memenangkan Piala Eropa.</p>
<p>Meskipun begitu, selama tahun 1960-an piala kemenangan Milan mulai menyusut , terutama karena perlawanan berat dari Inter yang dilatih Helenio Herrera. Scudetto berikutnya tiba hanya di 1967/1968, berkat gol Pierino Prati, topskor Seri A di musim itu, Piala Winners berhasil direbut ketika mengalahkan Hamburger SV, dan juga berkat dua gol dari Kurt Hamrin. Musim selanjutnya AC Milan memenangkan Piala Eropa kedua (4-1 untuk AFC Ajax), dan pada 1969 memenangkan Piala Interkontinental pertama, setelah mengalahkan Estudiantes de La Plata dari Argentina dalam dua leg dramatis (3-0, 1-2).<br />
[sunting]<br />
Scudetto kesepuluh dan Seri B</p>
<p>Di tahun 1970, Milan merebut tiga gelar Coppa Italia dan gelar Piala Winners kedua; namun, tujuan utama Milan adalah scudetto kesepuluh, yang berarti mendapatkan &#8220;bintang&#8221; untuk tim. Di 1972 mereka meraih semifinal Piala UEFA, kalah dari pemenang sesungguhnya, Tottenham Hotspur. Musim 1972/1973 mereka hampir memenangkan scudetto kesepulh, namun gagal karena hasil kalah menyakitkan dari Hellas Verona F.C. di pertandingan terakhir musim. AC Milan menunggu sampai musim 1978/1979 untuk meraih scudetto kesepuluh mereka, yang dipimpin oleh Gianni Rivera, yang pensiun dari dunia sepak bola setelah membawa timnya meraih kemenangan tersebut.</p>
<p>Namun, hasil terburuk datang kepada &#8220;Rossoneri&#8221;: setelah memenangkan musim 1979/1980, Milan didegradasi ke Seri B oleh F.I.G.C, bersama S.S. Lazio, karena terlibat skandal perjudian Totonero 1980. Di 1980/1981, Milan dengan mudah menjuarai Seri B, dan kembali ke Seri A, di mana penyakit tersebut terulang di musim 1981/1982, Milan terdegradasi kembali.<br />
[sunting]<br />
Kedatangan Berlusconi</p>
<p>Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang pada 1986. Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan, Arrigo Sacchi, serta tiga orang pemain Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli.<br />
[sunting]<br />
Menyongsong kejayaan kembali (Era Sacchi)</p>
<p>Arrigo Sacchi</p>
<p>Sacchi memenangkan Seri A musim 1987-1988. Di 1988-1989, Milan memenangkan gelar Liga Champions ketiganya, mempecundangi Steaua Bucureşti 4-0 di final, dan gelar Piala Interkontinental kedua mengalahkan National de Medellin (1-0, gol tercipta di babak perpanjangan waktu). Tim mulai mengulangi kejayaan mereka di musim-musim berikutnya, mengalahkan S.L. Benfica, dan Olimpia Asunción di 1990. Skuad kemenangan Eropa mereka adalah:<br />
Kiper : Giovanni Galli<br />
Bek : Mauro Tassotti &#8212; Alessandro Costacurta &#8212; Franco Baresi &#8212; Paolo Maldini<br />
Gelandang : Angelo Colombo &#8212; Frank Rijkaard &#8212; Carlo Ancelotti &#8212; Roberto Donadoni<br />
Penyerang : Ruud Gullit &#8212; Marco van Basten<br />
[sunting]<br />
Masa keemasan (Era Capello)</p>
<p>Fabio Capello</p>
<p>Saat Sacchi meninggalkan Milan untuk melatih Italia, Fabio Capello dijadikan pelatih Milan selanjutnya, dan Milan meraih masa keemasannya sebagai Gli Invicibli (The Invicibles) dan Dream Team. Dengan 58 pertandingan tanpa satu pun kekalahan Invicibli membuat tim impian di semua sektor seperti Baresi, Costacurta, dan Maldini memimpin pertahanan terbaik, Marcel Desailly, Donadoni, dan Ancelotti di gelandang, dan Dejan Savićević, Zvonimir Boban, dan Daniele Massaro bermain di sektor depan.<br />
[sunting]<br />
Masa masa sulit (Tabarez ke Treim)<br />
1996-1997</p>
<p>Setelah kepergian Fabio Capello pada tahun 1996, Milan merekrut Oscar Washington Tabarez tetapi perjuangan keras di bawah kendalinya kurang berhasil dan mereka selalu kalah dalam beberapa pertandingan awal. Dalam upaya untuk mendapatkan kembali kejayaan masa lalu, mereka memanggil kembali Arrigo Sacchi untuk menggantikan Tabarez. Milan mendapatkan tamparan keras kekalahan terburuk mereka di Seri A, dipermalukan oleh Juventus F.C. di rumah mereka sendiri San Siro dengan skor 1-4. Milan membeli sejumlah pemain baru seperti Ibrahim Ba, Christophe Dugarry dan Edgar Davids. Milan berjuang keras dan mengakhiri musim 1996-1997 di peringkat kesebelas di Seri A.<br />
1997-1998</p>
<p>Sacchi digantikan dengan Capello di musim berikutnya. Capello yang menandatangani kontrak baru dengan Milan merekrut banyak pemain potensial seperti Kristen Ziege, Patrick Kluivert, Jesper Blomqvist, dan Leonardo; tetapi hasilnya sama buruk dengan musim sebelumnya. Musim 1997-1998 mereka berakhir di peringkat kesepuluh. Hasil ini tetap tidak bisa diterima para petinggi Milan, dan seperti Sacchi, Capello dipecat.<br />
1998-1999</p>
<p>Dalam pencarian mereka untuk seorang manajer baru, Alberto Zaccheroni menarik perhatian Milan. Zaccheroni adalah manajer Udinese yang telah mengakhiri musim 1997-1998 pada peringkat yang tinggi di tempat ke-3. Milan mengontrak Zaccheroni bersama dengan dua orang pemain dari Udinese, Oliver Bierhoff dan Thomas Helveg. Milan juga menandatangani Roberto Ayala, Luigi Sala dan Andres Guglielminpietro dan dengan formasi kesukaan Zaccheroni 3-4-3, Zaccheroni membawa klub memenangkan scudetto ke-16 kembali ke Milan. Starting XI adalah: Christian Abbiati; Luigi Sala, Alessandro Costacurta, Paolo Maldini; Thomas Helveg, Demetrio Albertini, Massimo Ambrosini, Andres Guglielminpietro; Zvonimir Boban, George Weah, Oliver Bierhoff.<br />
1999-2000</p>
<p>Meskipun sukses di musim sebelumnya, Zaccheroni gagal untuk mentransformasikan Milan seperti The Dream Team dulu. Pada musim berikutnya, meskipun munculnya striker Ukraina Andriy Shevchenko, Milan mengecewakan fans mereka baik dalam Liga Champions UEFA 1999-2000 ataupun Seri A. Milan keluar dari Liga Champions lebih awal, hanya memenangkan satu dari enam pertandingan (tiga seri dan dua kalah) dan mengakhiri musim 1999-2000 di tempat ke-3. Milan tidaklah menjadi sebuah tantangan bagi dua pesaing scudetto kala itu, S.S. Lazio dan Juventus.<br />
2000-2001</p>
<p>Pada musim berikutnya, Milan memenuhi syarat untuk Liga Champions UEFA 2000-2001 setelah mengalahkan Dinamo Zagreb agregat 9-1. Milan memulai Liga Champions dengan semangat tinggi, mengalahkan Beşiktaş JK dari Turki dan raksasa Spanyol FC Barcelona, yang pada waktu itu terdiri dari superstar internasional kelas dunia, Rivaldo dan Patrick Kluivert. Tapi performa Milan mulai menurun secara serius, seri melawan sejumlah tim (yang dipandang sebagai kecil/lemah secara teknis untuk Milan), terutama kalah 2-1 oleh Juventus di Seri A dan 1-0 untuk Leeds United. Dalam Liga Champions putaran kedua, Milan hanya menang sekali dan seri empat kali. Mereka gagal untuk mengalahkan Deportivo de La Coruña dari Spanyol di pertandingan terakhir dan Zaccheroni dipecat. Cesare Maldini, ayah dari kapten tim Paolo, diangkat dan hal segera menjadi lebih baik. Debut kepelatihan resmi Maldini di Milan dimulai dengan menang 6-0 atas A.S. Bari, yang masih memiliki senjata muda, Antonio Cassano. Itu juga di bawah kepemimpinan Maldini bahwa Milan mengalahkan saingan berat sekota Internazionale dengan skor luar biasa 6-0, skor yang tidak pernah diulang dan di mana Serginho membintangi pertandingan. Namun, setelah bentuk puncak ini, Milan mulai kehilangan lagi termasuk kekalahan 1-0 yang mengecewakan untuk Vicenza Calcio, dengan satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak oleh seorang Luca Toni. Terlepas dari hasil ini, dewan direksi Milan bersikukuh bahwa Milan mencapai tempat keempat di liga di akhir musim, tapi Maldini gagal dan tim berakhir di tempat keenam.<br />
2001-2002</p>
<p>Milan memulai musim 2000-2001 dengan lebih banyak penandatanganan kontrak pemain bintang termasuk Javi Moreno dan Cosmin Contra yang membawa Deportivo Alavés ke putaran final Piala UEFA. Mereka juga menandatangani Kakha Kaladze (dari Dynamo Kyiv), Rui Costa (dari AC Fiorentina), Filippo Inzaghi (dari Juventus), Martin Laursen (dari Hellas Verona), Jon Dahl Tomasson (dari Feyenoord), Ümit Davala (dari Galatasaray) dan Andrea Pirlo (dari Inter Milan). Fatih Terim diangkat sebagai manajer, menggantikan Cesare Maldini, dan cukup sukses. Namun, setelah lima bulan di klub, Milan tidak berada di lima besar liga dan Terim dipecat karena gagal memenuhi direksi harapan.<br />
[sunting]<br />
Kembalinya gelar prestisius (Era Ancelotti)</p>
<p>Terim digantikan oleh Carlo Ancelotti, meskipun rumor bahwa Franco Baresi akan menjadi manajer baru. Terlepas dari masalah cedera pemain belakang Paolo Maldini, Ancelotti berhasil dan mengakhiri musim 2001-02 dalam peringkat empat, tempat terakhir untuk di Liga Champions. Starting XI pada saat itu adalah Christian Abbiati; Cosmin Contra, Alessandro Costacurta, Martin Laursen, Kakha Kaladze, Gennaro Gattuso, Demetrio Albertini, Serginho; Manuel Rui Costa; Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi. Ancelotti membawa Milan meraih gelar juara Liga Champions pada musim 2002/2003 ketika mengalahkan Juventus lewat drama adu pinalti di Manchester, Inggris. Milan terakhir kali meraih gelar prestisus dengan merebut juara Liga Italia pada musim kompetisi 2003/2004 sekaligus menempatkan penyerang Andriy Shevchenko sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Italia, maka rossoneripun semakin ditakuti.<br />
[sunting]<br />
Pasang surut 2006-2008</p>
<p>Milan saat menghadapi corner musim 2006/2007</p>
<p>Pada musim kompetisi Liga Italia Seri A 2006/2007, Milan terkait dengan skandal calciopoli yang mengakibatkan klub tersebut harus memulai kompetisi dengan pengurangan 8 poin. Meskipun begitu, publik Italia tetap berbangga karena di tengah rusaknya citra sepak bola Italia akibat calciopoli, Milan berhasil menjuarai kompetisi sepak bola yang paling bergengsi di dunia, Liga Champions. Hasil itu didapat setelah Milan menaklukkan Liverpool 2-1 lewat dua gol Filippo Inzaghi. Gelar inipun menuntskan dendam Milan yang kalah adu penalti dengan Liverpool dua tahun silam. Gelar pencetak gol terbanyakpun disabet pemain jenius Milan, Kaká dengan torehan 10 gol. Pada pertengahan musim, Milan mendatangkan mantan pemain terbaik dunia, Ronaldo dari Real Madrid untuk memperkuat armada penyerang mereka setelah penyerang muda Marco Borriello dihukum karena terbukti doping.</p>
<p>Pada musim 2007/2008, Milan akhirnya harus bermain di kompetisi Piala UEFA setelah hanya berhasil menduduki peringkat ke-5 dibawah Fiorentina dengan selisih 2 poin. Dalam pertandingan Serie A yang terakhir, AC Milan menang 4-1 atas Udinese, tapi di saat bersamaan, Fiorentina juga menang atas Torino dengan skor 1-0 yang akhirnya posisi kedua tim tak ada perubahan. Untuk memperbaiki performa di musim berikut (2008/2009), Milan membeli sejumlah pemain baru, di antaranya Mathieu Flamini dari Arsenal, serta Gianluca Zambrotta dan Ronaldinho yang keduanya berasal dari Barcelona. Pada transfer paruh musim 2008/2009, Milan mendatangkan David Beckham dengan status pinjaman dari klub sepakbola Amerika Serikat LA Galaxy.<br />
[sunting]<br />
Penunjukkan Leonardo</p>
<p>Oguchi Onyewu</p>
<p>Klaas-Jan Huntelaar</p>
<p>Pada akhir musim 2008/2009,Milan menempati peringkat ke-3 klasemen liga Serie A, dua peringkat di bawah rival sekota, Internazionale yang meraih scudetto dan di bawah Juventus. Untuk memperbaiki hasil yang kurang memuaskan ini, Milan mendatangkan pelatih muda yang sekaligus mantan pemain Milan era 90-an, Leonardo untuk menggantikan pelatih Milan sebelumnya, Ancelotti yang &#8220;hijrah ke London&#8221;, tepatnya klub Chelsea F.C.. Milan juga terpaksa melepas beberapa pemainnya, antara lain:<br />
Kaka, pindah ke Real Madrid .Nilai transfernya ± 67 juta Euro<br />
Paolo Maldini, bek legendaris Milan ini memutuskan untuk pensiun<br />
Yoann Gourcuff, memutuskan untuk tetap di Bordeaux.</p>
<p>Masalah terbesar yang mengganjal transfer para pemain tersebut adalah pihak Milan yang selalu berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang demi membeli seorang pemain. Pada bulan Juli dan Agustus 2009, Milan mendapatkan dua pemain baru, yaitu Oguchi Onyewu yang merupakan seorang mantan bek Standard Liège dengan status bebas transfer dan Klaas-Jan Huntelaar eks striker Real Madrid dengan nilai kontrak 14,7 juta Euro dengan durasi kontrak 4 tahun. Namun hasil yang di dapatkan Milan pada turnamen pra-musim banyak menuai kekecewaan, pemain anyar yang diturunkan oleh Milan pada saat tur pra-musim hanya Oguchi Onyewu karena Huntelaar baru bergabung bulan Agustus.<br />
[sunting]<br />
2009 (Era Leonardo)</p>
<p>Musim 2009/2010 diawali Milan dengan hasil yang tidak memuaskan. Awal petaka bermula ketika Milan meraih hasil imbang 2-2 melawan Los Angeles Galaxy, seterusnya, Milan terus menuai hasil negatif. Milan terperosok di ajang World Football Challange 2009 dengan menempati dasar klasemen, di bawah rival sekota, Internazionale, Club América, dan Chelsea. Di ajang Audi Cup, Milan juga kalah oleh Bayern Munich dengan skor 1-4. Bahkan, ketika menghadapi derby 30 Agustus 2009 melawan Internazionale di San Siro, Milan kalah memalukan dengan skor 0-4, sekaligus memecahkan rekor kemenangan terbesar Inter di San Siro.<br />
[sunting]<br />
Kebangkitan</p>
<p>Pada pertengahan Oktober 2009, penilaian berbagai pihak tentang kinerja Leonardo sebagai pelatih yang tadinya berada di titik terendah akibat serentetan performa buruk, mulai terdongkrak dengan berhasilnya Leonardo memimpin Milan mengalahkan AS Roma 2-1 di San Siro[4]. Setelah kemenangan itu, Milan juga menuai hasil positif di Stadion Santiago Bernabéu dengan kemenangan dramatis atas Real Madrid 3-2[5]. Dan setelah itu, Milan kembali menuai kemenangan atas Chievo Verona di Stadio Marc&#8217;Antonio Bentegodi, kandang Chievo, skor 2-1 untuk kemenangan AC Milan. Pada 1 November 2009, Milan mengalahkan Parma F.C. di San Siro 2-0[6] sekaligus mengantarkan Milan ke peringkat 4 klasemen sementara (Zona masuk Liga Champions terakhir). Pada 19 November 2009, kekalahan 0-2 Juventus F.C. dari Cagliari membuat Milan berada di posisi runner-up di bawah Internazionale; karena, beberapa jam setelah kekalahan Juventus, Milan memenangkan pertandingannya dengan Catania, 2-0[7].<br />
[sunting]<br />
Skuad saat ini</p>
<p>Andrea Pirlo</p>
<p>Gennaro Gattuso</p>
<p>Hingga 13 September 2009, sesuai dengan website resmi[8]No.		Posisi	Nama pemain<br />
1		GK	Nélson &#8220;Dida&#8221; de Jesus Silva<br />
4		DF	Kakhaber &#8220;Kakha&#8221; Kaladze<br />
5		DF	Oguchi Onyewu<br />
7		FW	Alexandre Pato<br />
8		MF	Gennaro Gattuso (Wakil Kapten)<br />
9		FW	Filippo Inzaghi<br />
10		MF	Clarence Seedorf<br />
11		FW	Klaas-Jan Huntelaar<br />
12		GK	Christian Abbiati<br />
13		DF	Alessandro Nesta<br />
15		DF	Gianluca Zambrotta<br />
16		MF	Mathieu Flamini<br />
17		FW	Gianmarco Zigoni<br />
18		DF	Marek Jankulovski<br />
			No.		Posisi	Nama pemain<br />
19		DF	Giuseppe Favalli<br />
20		MF	Ignazio Abate<br />
21		MF	Andrea Pirlo<br />
22		FW	Marco Borriello<br />
23		MF	Massimo Ambrosini ( Kapten)<br />
25		DF	Daniele Bonera<br />
30		FW	Amantino Mancini (Pinjaman dari klub Inter Milan)<br />
31		GK	Flavio Roma<br />
32		MF	David Beckham (Pinjaman dari klub LA Galaxy)<br />
33		DF	Thiago Emiliano da Silva<br />
40		FW	Dominic Adiyiah<br />
44		DF	Massimo Oddo<br />
50		GK	Fillipo Perucchini (Dari AC Milan Primavera)<br />
77		DF	Luca Antonini<br />
80		FW	de Assis Ronaldinho</p>
<p>[sunting]<br />
Sedang dipinjamkanNo.		Posisi	Nama pemain<br />
		GK	Marco Storari (ke Sampdoria)<br />
		FW	Davide Di Gennaro (ke Livorno)<br />
		DF	Digão (ke Lecce)<br />
		DF	Marcus Diniz (ke Livorno)<br />
		DF	Matteo Darmian (ke Padova)<br />
		FW	Pierre-Emerick Aubameyang (ke Lille OSC)<br />
		FW	Willy Aubameyang (ke K.A.S. Eupen)<br />
		MF	Chedric Seedorf (ke A.C. Monza)<br />
		MF	Kingsley Umunegbu (ke A.S. Varese)</p>
<p>[sunting]<br />
Staf teknik</p>
<p>Menurut website resmi :Jabatan	Nama<br />
Pelatih	 Leonardo<br />
Wakil pelatih	 Mauro Tassotti<br />
Asisten teknik	 Angelo Castellazzi<br />
Asisten teknik 2	 Andrea Maldera<br />
Pelatih kiper	 Villiam Vecchi<br />
Asisten pelatih kiper	 Valerio Fiori</p>
<p>[sunting]<br />
Nomor yang dipensiunkan / diabadikanNo.	Nama pemain	Posisi	Karir di Milan	Catatan<br />
3	 Paolo Maldini	Bek tengah	1985–2009	Diaktifkan kembali untuk anak Paolo, Christian Maldini, bila sudah masuk tim inti Milan.[9]<br />
6	 Franco Baresi	Sweeper	1977–1997	</p>
<p>[sunting]<br />
Hall of fame<br />
[sunting]<br />
Pemain legenda</p>
<p>AC Milan di akhir 80-an. Jongkok dari ki-ka:Alessandro Costacurta, Giovanni Stroppa, Roberto Donadoni, Franco Baresi, Angelo Carbone. Berdiri dari ki-ka: Mauro Tassoti, Paolo Maldini, Frank Rijkaard, Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Andrea Pazzagli</p>
<p>G. Galli<br />
Tassotti<br />
Costacurta<br />
Baresi (c)<br />
Maldini<br />
Ancelotti<br />
Rijkaard<br />
Colombo<br />
Donadoni<br />
Gullit<br />
van Basten<br />
Starting XI Liga Champions 1989.</p>
<p>Cat: Pemain bercetak tebal masih aktif bermain di Milan. Demetrio Albertini<br />
 Massimo Ambrosini<br />
 Carlo Ancelotti<br />
 Roberto Baggio<br />
 Franco Baresi<br />
 Alessandro Costacurta<br />
 Renzo De Vecchi<br />
 Paolo Di Canio<br />
 Roberto Donadoni<br />
 Gennaro Gattuso<br />
 Filippo Inzaghi<br />
 Gianluigi Lentini<br />
 Giuseppe Pancaro<br />
 Cesare Maldini<br />
 Paolo Maldini<br />
 Mauro Tassotti<br />
 Alessandro Nesta<br />
 Andrea Pirlo<br />
 Gianni Rivera<br />
 Sandro Salvadore<br />
 Angelo Sormani<br />
 Giovanni Trapattoni<br />
 Massimo Oddo<br />
 Gianluca Zambrotta<br />
 Alberto Gilardino<br />
  Jose Altafini<br />
 Kaká<br />
 Kurt Hamrin<br />
 Ronaldinho<br />
 Ronaldo	 	 Leonardo<br />
 Alexandre Pato<br />
 Edgar Davids<br />
 Klaas-Jan Huntelaar<br />
 Clarence Seedorf<br />
 Marco van Basten<br />
 Frank Rijkaard<br />
 Ruud Gullit<br />
 Gunnar Gren<br />
 Nils Liedholm<br />
 Gunnar Nordahl<br />
 Herbert Kilpin<br />
 David Beckham<br />
 Ray Wilkins<br />
 Marcel Desailly<br />
 Jean-Pierre Papin<br />
 Oliver Bierhoff<br />
 Karl Heinz Schnellinger<br />
 Roberto Ayala<br />
 Hernán Crespo<br />
 John Dahl Tomasson<br />
 Martin Laursen<br />
 Zvonimir Boban<br />
 Umit Davala<br />
 Jose Mari<br />
 Rui Costa<br />
 Dejan Savicevic<br />
  Juan Alberto Schiaffino<br />
 Andriy Shevchenko<br />
 George Weah</p>
<p>[sunting]<br />
Pemasok Sponsor<br />
1899-1981:none<br />
1981-1982:Pooh Jeans<br />
1982-1983:Hitachi<br />
1983-1984:Olio Cuore<br />
1984:Rete 4<br />
1984-1985:Oscar Mondadori<br />
1985-1987:Fotorex U-Bix<br />
1987-1992:Mediolanum<br />
1992-1994:Motta<br />
1994-2006:Opel<br />
2006-sekarang:Bwin<br />
[sunting]<br />
Pemasok Kostum<br />
1978-1979:Adidas<br />
1979-1980:Adidas-Linea Milan<br />
1980-1982:Linea Milan<br />
1982-1984:NR<br />
1984-1985:Rolly Go<br />
1985-1986:Gianni Rivera<br />
1986-1990:Kappa<br />
1990-1993:Adidas<br />
1993-1998:Lotto<br />
1998-&#8230;.:Adidas<br />
[sunting]<br />
Peraih Ballon d&#8217;Or<br />
 Gianni Rivera &#8211; 1969<br />
 Ruud Gullit &#8211; 1987<br />
 Marco Van Basten &#8211; 1988, 1989, 1992<br />
 George Weah &#8211; 1995<br />
 Andriy Shevchenko &#8211; 2004<br />
 Kaká &#8211; 2007<br />
[sunting]<br />
Pelatih terkenal<br />
 Herbert Kilpin<br />
 Carlo Ancelotti<br />
 Cesare Maldini<br />
 Arrigo Sacchi<br />
 Fabio Capello<br />
 Vittorio Pozzo<br />
 Nils Liedholm<br />
[sunting]<br />
Prestasi</p>
<p>Bila dihitung berdasarkan total banyaknya gelar, maka Milan adalah klub tersukses di Seri A, dengan total raihan lebih dari 29 trofi, dan salah satu klub tersukses di dunia bersama Boca Juniors[10], dengan rekor 14 trofi Eropa dan 4 trofi dunia. Milan juga mengenakan bintang tanda bahwa mereka memenangi lebih dari 10 gelar Seri A. Ditambah lagi, Milan juga memakai Lambang Penghargaan UEFA di seragam mereka karena memenangi lebih dari lima gelar Liga Champions.[11]</p>
<p>[sunting]<br />
Kejuaraan Nasional</p>
<p>Perayaan scudetto Milan musim 2003/2004<br />
 Seri A:<br />
Juara (17): 1901; 1906; 1907; 1950-51; 1954-55; 1956-57; 1958-59; 1961-62; 1967-68; 1978-79; 1987-88; 1991-92; 1992-93; 1993-94; 1995-96; 1998-99; 2003-2004<br />
Runner-up (14): 1902; 1947-48; 1949-50; 1951-52, 1955-56, 1960-61; 1964-65; 1968-69; 1970-71; 1971-72; 1972-1973; 1989-90; 1990-91; 2004-05<br />
Seri B:<br />
Juara (2): 1980–81; 1982–83<br />
 Copa Italia:<br />
Juara (5): 1966–67; 1971–72; 1972–73; 1976–77; 2002-03<br />
Runner-up (7): 1941–42; 1967–68; 1970–71; 1974–75; 1984–85; 1989-90; 1997-98<br />
 Piala Super Italia:<br />
Juara (5): 1988; 1992; 1993; 1994; 2004<br />
Runner-up (3): 1996; 1999; 2003<br />
[sunting]<br />
Kejuaraan Eropa</p>
<p>Euforia kemenangan AC Milan di Liga Champions 2007<br />
 Piala/Liga Champions:<br />
Juara (7): 1962-63; 1968-69; 1988-89; 1989-90; 1993-94; 2002-03; 2006-07<br />
Runner-up (4): 1957-58; 1992-93; 1994-95; 2004-05<br />
 Piala Super Eropa:<br />
Juara (5): 1989; 1990; 1994; 2003; 2007<br />
Runner-up (2): 1973; 1993<br />
 Piala Winners:<br />
Juara (2): 1967–68; 1972–73<br />
Runner-up (1): 1973–74<br />
[sunting]<br />
Kejuaraan Dunia<br />
 Piala Interkontinental / Piala Dunia Antarklub FIFA:<br />
Juara (4):1969; 1989; 1990; 2007<br />
Runner-up (4): 1963; 1993; 1994; 2003<br />
[sunting]<br />
Kejuaraan lainnya<br />
Piala Latin (Piala yang paling penting bagi klub-klub Eropa pada tahun 40-an dan 50-an. Diselenggarakan sejak 1949 hingga 1957 antara juara-juara Perancis, Italia, Portugal dan Spanyol. Kejuaraan ini menghilang setelah dimulainya Piala Champions.):<br />
Juara (3): 1951; 1956<br />
Runner-up (1): 1953<br />
Piala Mitropa:<br />
Juara (1): 1981-82<br />
Piala Kejuaraan Dubai<br />
Juara (1): 2009<br />
Trofeo Santiago Bernabéu<br />
Juara (2): 1988, 1990<br />
Runner-up (1): 1999<br />
Trofeo Luigi Berlusconi<br />
Juara (11): 1992, 1993, 1994, 1996, 1997, 2002, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009<br />
[sunting]<br />
AC Milan tahun ke tahun<br />
[sunting]<br />
Daftar pelatih AC Milan</p>
<p>Carlo Ancelotti</p>
<p>Vittorio Pozzo</p>
<p>Nils Liedholm</p>
<p>Berikut ini adalah daftar pelatih Milan sepanjang sejarah.[12] 		Nama	Negara	Tahun<br />
Herbert Kilpin		1900–1908<br />
Daniele Angeloni		1906–1907<br />
Komisi Teknik		1907–1910<br />
Giovanni Camperio		1910–1911<br />
Komisi Teknik		1911–1914<br />
Guido Moda		1915–1922<br />
Ferdi Oppenheim		1922–1924<br />
Vittorio Pozzo		1924–1926<br />
Guido Moda		1926<br />
Herbert Burgess		1926–1928<br />
Engelbert König		1928–1931<br />
József Bánás		1931–1933<br />
József Viola		1933–1934<br />
Adolfo Baloncieri		1934–1937<br />
William Garbutt		1937<br />
Hermann Felsner<br />
József Bánás<br />
	1937–1938<br />
József Viola		1938–1940<br />
Guido Ara<br />
Antonio Busini<br />
	1940–1941<br />
Mario Magnozzi		1941–1943<br />
Giuseppe Santagostino		1943–1945<br />
Adolfo Baloncieri		1945–1946<br />
Giuseppe Bigogno		1946–1949<br />
Lajos Czeizler		1949–1952<br />
Gunnar Gren		1952<br />
Mario Sperone		1952–1953<br />
Béla Guttmann		1953–1954<br />
Antonio Busini		1954<br />
Hector Puricelli		1954–1956<br />
Giuseppe Viani		1957–1960<br />
Paolo Todeschini		1960–1961<br />
Nereo Rocco		1961–1963<br />
Luis Carniglia		1963–1964<br />
	 		Nama	Negara	Tahun<br />
Nils Liedholm		1963–1966<br />
Giovanni Cattozzo		1966<br />
Arturo Silvestri		1966–1967<br />
Nereo Rocco		1966–1972<br />
Cesare Maldini		1973–1974<br />
Giovanni Trapattoni		1974<br />
Gustavo Giagnoni		1974–1975<br />
Nereo Rocco		1975<br />
Paolo Barison		1975-1976<br />
Giovanni Trapattoni		1976<br />
Giuseppe Marchioro		1976–1977<br />
Nereo Rocco		1977<br />
Nils Liedholm		1977–1979<br />
Massimo Giacomini		1979–1981<br />
Italo Galbiati		1981<br />
Luigi Radice		1981–1982<br />
Italo Galbiati		1982<br />
Francesco Zagatti		1982<br />
Ilario Castagner		1982–1984<br />
Italo Galbiati		1984<br />
Nils Liedholm		1984–1987<br />
Fabio Capello		1987<br />
Arrigo Sacchi		1987–1991<br />
Fabio Capello		1991–1996<br />
Oscar Tabárez		1996<br />
Giorgio Morini		1996–1997<br />
Arrigo Sacchi		1997<br />
Fabio Capello		1997–1998<br />
Alberto Zaccheroni		1998–2001<br />
Cesare Maldini<br />
Mauro Tassotti		2001<br />
Fatih Terim		2001<br />
Carlo Ancelotti		2001–2009<br />
Leonardo		2009-</p>
<p>[sunting]<br />
Daftar presiden AC Milan</p>
<p>Silvio Berlusconi</p>
<p>Milan memiliki bayak presiden sejak didirikan, beberapa dari mereka juga adalah pemilik klub dan presiden yang diistimewakan. Inilah daftar lengkapnya.[13] 		Nama	Tahun<br />
Alfred Edwards	1899–1909<br />
Giannino Camperio	1909<br />
Piero Pirelli	1909–1928<br />
Luigi Ravasco	1928–1930<br />
Mario Bernazzoli	1930–1933<br />
Luigi Ravasco	1933–1935<br />
Pietro Annoni	1935<br />
Pietro Annoni<br />
G. Lorenzini<br />
Rino Valdameri	1935–1936<br />
	 		Nama	Tahun<br />
Emilio Colombo	1936–1939<br />
Achille Invernizzi	1939–1940<br />
Umberto Trabattoni	1940–1944<br />
Antonio Busini	1944–1945<br />
Umberto Trabattoni	1945–1954<br />
Andrea Rizzoli	1954–1963<br />
Felice Riva	1963–1965<br />
Federico Sordillo	1965–1966<br />
Franco Carraro	1967–1971<br />
Federico Sordillo	1971–1972<br />
	 		Nama	Tahun<br />
Albino Buticchi	1972–1975<br />
Bruno Pardi	1975–1976<br />
Vittorio Duina	1976–1977<br />
Felice Colombo	1977–1980<br />
Gaetano Morazzoni	1980–1982<br />
Giuseppe Farina	1982–1986<br />
Rosario Lo Verde	1986<br />
Silvio Berlusconi	1986–2004<br />
Komisi Presidensial	2004–2006<br />
Silvio Berlusconi	2006–2008</p>
<p>[sunting]<br />
Daftar kapten AC Milan</p>
<p>Herbert Kilpin, kapten pertama Milan.</p>
<p>Massimo Ambrosini, kapten Milan saat ini<br />
 Herbert Kilpin (1899-1907)<br />
 Gerolamo Radice (1908-1909)<br />
 Guido Moda (1909-1910)<br />
 Max Tobias (1910-1911)<br />
 Giuseppe Rizzi (1911-1913)<br />
 Louis Van Hege (1913-1915)<br />
 Marco Sala (1915-1916)<br />
 Aldo Cevenini (1916-1919)<br />
 Alessandro Scarioni (1919-1921)<br />
  Cesare Lovati (1921-1922)<br />
 Francesco Soldera (1922-1924)<br />
 Pietro Bronzini (1924-1926)<br />
 Gianangelo Barzan (1926-1927)<br />
 Abdon Sgarbi (1927-1929)<br />
 Alessandro Schienoni (1929-1930)<br />
 Mario Magnozzi (1930-1933)<br />
 Carlo Rigotti (1933-1934)<br />
 Giuseppe Bonizzoni (1934-1936)<br />
 Luigi Perversi (1936-1939)<br />
 Giuseppe Bonizzoni (1939-1940)<br />
 Bruno Arcari (1940-1941)	 Giuseppe Meazza (1941-1942)<br />
 Giuseppe Antonini (1942-1944)<br />
 Paolo Todeschini (1944-1945)<br />
 Giuseppe Antonini (1945-1949)<br />
 Andrea Bonomi (1949-1952)<br />
 Carlo Annovazzi (1952-1953)<br />
 Omero Tognon (1953-1954)<br />
 Gunnar Nordahl (1954-1956)<br />
 Nils Liedholm (1956-1961)<br />
 Francesco Zagatti (1961)<br />
 Cesare Maldini (1961-1966)<br />
 Gianni Rivera (1966-1975)<br />
 Romeo Benetti (1975-1976)<br />
 Gianni Rivera (1976-1979)<br />
 Albertino Bigon (1979-1980)<br />
 Aldo Maldera (1980-1981)<br />
 Fulvio Collovati (1981-1982)<br />
 Franco Baresi (1982-1997)<br />
 Paolo Maldini (1997-2009)<br />
 Massimo Ambrosini (2009- , tidak tetap)	</p>
<p>[sunting]<br />
Warna dan lambang Milan</p>
<p>Warna seragam kebanggaan Milan adalah merah-hitam,atau dalam bahasa Italia: Rossoneri[14], namun anehnya, di ajang final suatu kompetisi yang tidak memakai format kandang-tandang (contoh:Liga Champions) , Milan selalu memakai warna seragam putih. Tradisi ini dipercaya membawa keberuntungan untuk Milan. Dengan enam kali menang dari delapan laga final Liga Champions berseragam putih (hanya kalah melawan Ajax pada 1995 dan Liverpool pada 2005) membuat tradisi ini semakin kukuh dipertahankan. Selain kedua seragam Milan (merah-hitam dan putih), Milan memiliki seragam ketiga (third kit) berwarna hitam dengan sentuhan garis merah di beberapa bagian. Namun, seragam ketiga ini sangat jarang digunakan.</p>
<p>Untuk &#8220;beberapa tahun&#8221; belakangan, lambang Milan memakai sentuhan bendera Milan (flag of Milan), yaitu lambang yang terlihat seperti lambang salib berwarna merah pada lambang Milan, yang aslinya adalah bendera dari Saint Ambrose.[15] Panggilan Milan yang lainnya, Il Diavolo Rosso (setan merah) berasal dari lambang bintang yang dikenakan Milan di atas lambang klubnya[15]. Bintang tersebut dikenakan Milan pada 1979 karena Milan sudah memenangkan lebih dari sepuluh gelar lokal (scudetto Seri A). Saat ini, lambang klub Milan adalah untuk dipersembahkan kepada bendera Comune di Milano, dengan singkatan ACM di atas dan tahun berdirinya 1899 di bawah.[15]<br />
[sunting]<br />
Rekor statistik Milan</p>
<p>Andriy Shevchenko, topskorer terbanyak kedua Milan</p>
<p>Paolo Maldini sampai sekarang mencetak rekor untuk total penampilan di Seri A untuk Milan dengan total ± 1000 penampilan, dan 600 diantaranya diperoleh dari Seri A (14 Mei 2007, tidak termasuk pertandingan playoff). Selanjutnya ia dikenal sebagai pemain paling sering tampil di Seri A sepanjang masa.[16]</p>
<p>Topskor Milan sepanjang sejarah dipegang oleh Gunnar Nordahl, yang mencetak 254 gol dalam 268 permainan.[17] Andriy Shevchenko berada di urutan kedua dengan 243 gol dalam 298 permainan, dan pencetak gol tertinggi di skuad Milan saat ini adalah Filippo Inzaghi, dengan 101 gol dalam 220 permainan.</p>
<p>Milan memiliki rekor yang unik namun impresif, yaitu saat mengikuti musim 1991/1992. Milan tidak pernah kalah dalam musim tersebut. Totalnya, Milan tidak pernah kalah dalam 58 pertandingan, dimulai dengan seri 0-0 melawan Parma saat 26 Mei 1991 dan secara ironis diakhiri dengan kekalahan kandang 1-0 dengan Parma juga, 21 Maret 1993. Rekor tidak terkalahkan ini merupakan rekor terpanjang ketiga di sepakbola Eropa, di bawah Steaua Bucharest dengan 104 pertandingan tanpa kekalahan dan Celtic dengan 68 pertandingan tanpa kekalahan.[18][19]</p>
<p>Pada 2007, Milan bersama dengan Boca Juniors dari Argentina menyandang gelar klub dengan gelar internasional terbanyak versi FIFA.[20] Kerena status ini, Milan sempat merajai peringkat klub sepakbola terhebat dunia pada kisaran 2007.<br />
[sunting]<br />
Komponen penting Milan</p>
<p>San Siro<br />
[sunting]<br />
Stadion<br />
Artikel utama untuk bagian ini adalah: San Siro</p>
<p>Stadion tim saat ini adalah Stadion Giuseppe Meazza yang berkapasitas 85.000 orang. Stadion ini juga dikenal dengan nama San Siro, karena berada di distrik San Siro. Stadion ini digunakan bersama dengan Internazionale, klub lain di Milan. Stadion ini dipakai ketika Seri A melaksanakan partai antara klub kota Milan, Derby della Madonnina (Ibu segala derby). Nama ini diberikan untuk penghormatan kepada patung bunda Maria yang berada di Milan (sering disebut Madonnina atau ibu), serta karena rivalitas keduanya yang sangat sengit karena keduanya sama-sama tim jajaran atas terhebat di Italia, atmosfer pertandingannya melebihi pertandigan derby manapun. Suporter AC Milan menggunakan &#8220;San Siro&#8221; untuk menyebut stadion itu karena dulunya Giuseppe Meazza, merupakan seorang pemain bintang bagi Inter (meski dia pernah membela Milan selama satu musim). Tetapi, di masa mendatang, ada wacana untuk memindahkan homebase Milan ke stadion baru, seperti yang diungkapkan wakil presiden Adriano Galliani pada tahun 2006.[21]<br />
[sunting]<br />
Basis pendukung</p>
<p>Fossa Dei Leoni</p>
<p>Secara sejarah, AC Milan (dipanggil dengan &#8220;Milan&#8221; saja di Italia) didukung oleh kaum pekerja dan kelas buruh di Milan (umumnya merupakan para pendatang dari daerah Italia selatan)[22], sementara Inter lebih didukung orang-orang kaya.[22] Meskipun begitu, pada beberapa tahun terakhir, basis pendukung telah banyak berubah. Milan kini dimiliki oleh raja media dan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, sementara Inter dimiliki pebisnis garis tengah-kiri, Massimo Moratti.</p>
<p>Basis pendukung Milan yang disebut Milanisti mayoritas berhaluan politik sayap kiri, berseberangan dengan Inter yang didominasi oleh pendukung yang secara tradisional berhaluan sayap kanan. Grup pendukung (ultras) yang terkenal dari Milan adalah Fossa Dei Leoni[23] yang beraliran ekstrim kiri, dan Brigate Rossoneri[23] yang beraliran ekstrim kanan. Menyusul keributan dengan suporter Inter pada derby musim kompetisi 2005/2006, Fossa Dei Leoni membubarkan diri secara organisasi. Meskipun begitu, massa mereka masih setia mendukung Milan di tribun khusus bagian selatan stadion San Siro bersama kelompok lain, dengan sebutan Curva Sud.[23].<br />
[sunting]<br />
Basis pendukung di Indonesia</p>
<p>Milanisti Indonesia</p>
<p>Pada 16 Maret 2003, sebuah komunitas khusus pendukung Milan di Indonesia terbentuk. Komunitas itu bernama &#8220;Milanisti Indonesia&#8221;. Komunitas ini berawal dari milis oleh sesama pendukung dan akhirnya berlanjut sampai membentuk suatu organisasi. Saat ini Milanisti Indonesia sudah memiliki basis-basis di kota besar di Indonesia selain Jakarta. Diantaranya adalah Bandung, Yogyakarta, Cirebon, Bogor, dan Semarang. Saat ini, pemimpin sekaligus ketua dari Milanisti Indonesia adalah Filbert Barnabas.<br />
[sunting]<br />
NamaTahun	Nama	Catatan<br />
1899 &#8211; 1919	Milan C.F.C (Milan Cricket and Football Club)<br />
1919 &#8211; 1938	Milan F.C (Milan Football Club)<br />
1938 &#8211; 1945	A.C. Milano (Associazione Calcio Milano)	&#8220;Milano&#8221; adalah ejaan untuk Milan dalam Italia<br />
1938 -	A.C. Milan (Associazione Calcio Milan)	&#8220;Milan&#8221; adalah ejaan dalam Inggris, untuk menghormati Herbert Kilpin</p>
<p>[sunting]<br />
Himne Milan</p>
<p>AC Milan juga mempunyai himne yang biasa dinyanyikan pendukungnya saat Milan bertanding, berjudul &#8220;Milan, Milan!&#8221;,diciptakan oleh Tony Renis, pembuat lagu asal Italia. Lirik lagu itu adalah:<br />
Milan milan solo con te<br />
Milan milan sempre per te<br />
Camminiamo noi accanto ai nostri eroi<br />
Sopra un campo verde sotto un cielo blu<br />
Conquistate voi una stella in piã<br />
A brillar per noi<br />
E insieme cantiamo<br />
Milan milan solo con te<br />
Milan milan sempre per te<br />
Oh&#8230; Una grande squadra<br />
Sempre in festa olã¨<br />
Oh&#8230;<br />
E insieme cantiamo<br />
Milan milan solo con te<br />
Milan milan sempre per te<br />
Con il milan nel cuore<br />
Nel profondo dell&#8217;anima<br />
Un vero amico sei<br />
E insieme cantiamo<br />
Milan milan solo con te<br />
Milan milan sempre con te<br />
Oh&#8230;<br />
Milan milan hanya dengan Anda<br />
Milan milan selalu untuk Anda<br />
Kami berjalan di samping pahlawan kita<br />
Di lapangan hijau, di bawah langit biru<br />
Anda memenangkan bintang utama<br />
Bersinar untuk kita<br />
Dan bersama-sama kami menyanyi<br />
Milan milan hanya dengan Anda<br />
Milan milan selalu untuk Anda<br />
Oh&#8230; Sebuah tim besar<br />
Juga dalam perayaan<br />
Oh&#8230;<br />
Dan bersama-sama kami menyanyi<br />
Milan milan hanya dengan Anda<br />
Milan milan selalu untuk Anda<br />
Dengan AC Milan di hati<br />
Di kedalaman jiwa<br />
Seorang sahabat sejati Anda<br />
Dan bersama-sama kami menyanyi<br />
Milan milan hanya dengan Anda<br />
Milan milan selalu bersama Anda<br />
Oh&#8230;	</p>
<p>[sunting]<br />
Tim rival<br />
[sunting]<br />
Di ItaliaLambang	Nama<br />
	Internazionale<br />
	Juventus F.C.<br />
	A.S. Roma</p>
<p>[sunting]<br />
Di EropaLambang	Nama	Negara<br />
	Manchester United F.C.	 Inggris<br />
	Liverpool F.C.	 Inggris<br />
	FC Barcelona	 Spanyol<br />
	Ajax Amsterdam	 Belanda</p>
<p>[sunting]<br />
Di luar EropaLambang	Nama	Negara<br />
	São Paulo F.C.	 Brasil<br />
	Boca Juniors	 Argentina</p>
<p>[sunting]<br />
Serba-serbi AC Milan di bidang keuangan</p>
<p>Seedorf dengan seragam Milan bersponsor bwin.com musim 2008/2009</p>
<p>Berdasarkan Deloitte Football Money League yang diterbitkan oleh konsultan Deloitte, di musim 2005/2006, Milan ada di peringkat kelima klub sepakbola dengan pendapatan terringgi di dunia dengan jumlah estimasi pendapatannya 233.7 juta Euro.[24] Saat ini, Milan menempati peringkat keenam dalam daftar Klub Sepakbola Terkaya Di Dunia oleh majalah Forbes, membuat Milan klub sepakbola Italia terkaya.[25]</p>
<p>Perusahaan judi online Austria, bwin.com adalah sponsor Milan yang terpampang di kaus saat ini, dengan kontrak empat tahun dimulai dari musim 2006/2007.[26] Sebelum bwin.com, sponsor Milan adalah Opel, perusahaan mobil asal Jerman. Opel mensponsori Milan selama 12 tahun, dan terpampang selama itu juga dengan logonya, namun, pada musim 2003/2004 dan 2005/2006 nama sponsor Opel di seragam Milan berubah, menjadi Meriva (2003/2004) dan Zafira (2005/2006), dua mobil produk mereka.</p>
<p>Seragam dan perlengkpan olahraga Milan saat ini disuplai dari perusahaan manufaktur olahraga Jerman, Adidas, yang kontraknya berakhir pada musim 2017/2018.[27] Kontrak ini membuat Adidas adalah manufaktur resmi semua seragam dan perlengkapan replika Milan. Sebelum Adidas, perusahaan olahraga Italia Lotto adalah manufaktur resmi seragam dan perlengkapan Milan. Tanggal 14 Januari 2008, Milan dan Adidas memperbaharui kontrak kerjasama sampai 30 Juni 2018. Berdasarkan kontrak, Adidas bertanggungjawab terhadap tiga franchise Milan: sponsor terhadap seragam, merchandise Milan, dan distribusi semua produk non-sepakbola Milan.[28]<br />
[sunting]<br />
Superleague Formula</p>
<p>Giorgio Pantano</p>
<p>Milan juga mensponsori &#8220;AC Milan Superleague Formula&#8221;[29] dalam ajang balap mobil Superleague Formula (ajang balap mobil formula yang diponsori klub sepakbola, dan balapan sesuai nama klub yang mensponsorinya). Robert Doornbos yang balapan untuk Minardi dan Red Bull Racing di kejuaraan dunia Formula One, akan membalap untuk Milan.[30]. Doornbos memenangkan balapan pertamanya untuk tim di Superleague Formula Nürburgring 2008. Doornbos digantikan oleh juara GP2 series, Giorgio Pantano.[31] Penggantian ini menyebabkan Milan adalah peserta pertama yang memakai lebih dari satu pembalap. Di balapan pertama Giorgio, tim AC Milan mengalami masalah pada gearbox &#8211; saat pertandingan kualifikasi &#8211; yang menyebabkan ia terdampar di grid ke-16 saat balapan pertama. AC Milan memenangkan balapan kedua dari pembukaan musim 2009.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rid1nhabib.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rid1nhabib.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rid1nhabib.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rid1nhabib.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rid1nhabib.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rid1nhabib.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rid1nhabib.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rid1nhabib.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rid1nhabib.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rid1nhabib.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rid1nhabib.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rid1nhabib.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rid1nhabib.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rid1nhabib.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rid1nhabib.wordpress.com&amp;blog=11741112&amp;post=9&amp;subd=rid1nhabib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rid1nhabib.wordpress.com/2010/02/27/ac-milan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5212bc8e1ffe525575ce2dcab367b06c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rid1nhabib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persib Bandung</title>
		<link>http://rid1nhabib.wordpress.com/2010/02/13/persib-bandung/</link>
		<comments>http://rid1nhabib.wordpress.com/2010/02/13/persib-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 03:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rid1nhabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rid1nhabib.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot. Atot ini pulalah yang tercatat sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rid1nhabib.wordpress.com&amp;blog=11741112&amp;post=7&amp;subd=rid1nhabib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sejarah<br />
Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.</p>
<p>Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.</p>
<p>Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta (Persija), SIVB (Persebaya), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.</p>
<p>BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub- klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.</p>
<p>Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.</p>
<p>Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung &amp; Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan &#8220;kelas dua&#8221;. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan di pinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.</p>
<p>Persib memenangkan &#8220;perang dingin&#8221; dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.</p>
<p>Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.</p>
<p>Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.</p>
<p>Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.</p>
<p>Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.</p>
<p>Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.</p>
<p>Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.</p>
<p>Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76. Persib juga pernah menjamu klub-klub dunia seperti AC Milan</p>
<p>Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.</p>
<p>Sebagai tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nuralim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.</p>
<p>[sunting] Stadion dan Mess<br />
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Stadion Siliwangi<br />
Hingga saat ini, Persib masih menggunakan Stadion Siliwangi untuk memainkan laga kandangnya. Stadion ini lolos bersyarat sertifikasi BLI sehingga layak untuk digunakan di kompetisi Liga Super Indonesia. Kapasitas Stadion yang hanya 20.000 ini membuat seringnya terjadi pembludakan penonton, seperti ketika Persib menjamu Selangor FC dalam sebuah pertandingan persahabatan, juga ketika Persib menjamu Persema Malang di Divisi Utama tahun 2007.</p>
<p>Pada Indonesian Super League 2008/2009, Persib terpaksa harus meninggalkan Stadion Siliwangi setelah terjadi kerusuhan ketika menjamu Persija Jakarta pada pekan kedua. Ditambah situasi politik yang sedang memanas akibat berlangsungnya Pemilu 2009, Kepolisian Kota Bandung tidak lagi mengeluarkan surat ijin menyelenggarakan pertandingan di Stadion Siliwangi bagi Persib. Sebagai alternatif, dipilihlah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, sebagai &#8220;home-base&#8221; hingga akhir musim kompetisi.</p>
<p>Berdasarkan permasalahan itulah Pemerintah Kota Bandung berencana membangun Sarana Olahraga baru, termasuk stadion, di kawasan Gedebage. Stadion itu sendiri, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada awal 2008, ini diproyeksikan untuk menjadi home-base Persib serta untuk menyelenggarakan SEA Games tahun 2011 nanti. Stadion ini juga direncanakan untuk digunakan pada Porprov Jawa Barat 2010. Saat ini, kontrak pembangunan stadion yang rencananya akan diberi nama West Java Stadium ini telah diperoleh PT Adhi Karya Tbk dengan nilai Rp495,945 miliar. Diperkirakan, pembangunan stadion ini akan memakan waktu 883 hari.</p>
<p>Untuk lapangan latihan, Persib menggunakan Stadion Persib di Jl. Ahmad Yani. Stadion yang dulunya dikenal dengan nama Stadion Sidolig ini direnovasi sejak tahun lalu. Kini di stadion tersebut terdapat lapangan latihan dengan rumput baru dan trek berlari serta di sampingnya terdapat mess untuk tempat tinggal para pemain dan staff Persib serta untuk kantor. Pada pertengahan bulan Juli diadakan rencana renovasi tahap kedua, yaitu merenovasi bagian depan stadion yang sekarang ini hanya merupakan ruko-ruko tempat menjual kaos persib dll. Rencana ini menimbulkan kerisauan bagi para pedagang di sekitar Stadion Persib karena mereka tidak akan mendapat penghasilan jika diwajibkan mengosongkan lahan bisnis mereka.</p>
<p>Sejak diresmikan, pernah bocor dan ambruk akibat pipa air yang bocor. Belum lagi masalah rumput lapangan yang mengering karena terlamess persib sudah beberapa kali mendapatkan masalah. Atap ruang VIP di mess lu sering dipakai. Akhir-akhir ini atap mess juga bocor akibat musim hujan, sehingga menyebabkan licinnya lantai dan terganggunya aktivitas. Letak Stadion Persib yang berada di Jl. Ahmad Yani yang merupakan pusat keramaian juga membuat istirahat para pemain terganggu dan mudahnya para bobotoh untuk masuk ke dalam stadion.</p>
<p>[sunting] Prestasi<br />
Salah satu catatan unik dari tim ini adalah ketika menjuarai kompetisi sepak bola Perserikatan yang untuk terakhir kalinya diadakan, yaitu pada tahun 1993/1994. Dalam pertandingan final, Persib yang ditulang-punggungi oleh pemain-pemain seperti Sutiono Lamso dan Robby Darwis mengalahkan PSM Makassar. Kompetisi sepak bola Galatama dan tim-tim Perserikatan di Indonesia kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia (LI). Pada laga kompetisi LI pertama tahun 1994/1995, Persib kembali menorehkan catatan sebagai juara setelah dalam pertandingan final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik dimana gol tunggal pada pertandingan tersebut dicetak oleh Sutiono.Persib juga merupakan satu-satunya klub Indonesia yang berhasil mencapai babak semi final Liga Champions Asia.</p>
<p>[sunting] Nasional<br />
[sunting] Liga<br />
Perserikatan<br />
Juara (5): 1937, 1961, 1986, 1990, 1994<br />
Runner-up (8) : 1933, 1934, 1936, 1950, 1959, 1960, 1982/1983, 1984/1985<br />
Liga Indonesia<br />
Juara (1): 1994/1995<br />
Liga Super Indonesia<br />
Peringkat 3 (1) : 2008-09<br />
[sunting] Piala<br />
Piala Persija<br />
Juara (1): 1991<br />
Piala Kang Dada<br />
Juara (1): 2008<br />
[sunting] Internasional<br />
Liga Champions Asia<br />
Perempat Final (1): 1995<br />
[sunting] Pelatih legendaris<br />
Indra Tohir<br />
Nandar Iskandar<br />
[sunting] Pemain legendaris<br />
Sejak bermain di kompetisi Perserikatan, Divisi Utama hingga Liga Super, Persib Bandung terus memiliki pemain yang berprestasi baik di klub maupun di Tim nasional, para pemain tersebut berhasil mengangkat nama persib di kancah persepak bolaan nasional dan juga nama Tim nasional di kancah internasional.</p>
<p>[sunting] Nama-nama pemain legendaris Persib Bandung<br />
Adjat Sudradjat<br />
Robby Darwis<br />
Sutiono Lamso<br />
Yusuf Bachtiar<br />
Yaris Riyadi<br />
Yadi Mulyadi<br />
Adeng Hudaya<br />
Sobur<br />
Yudi Guntara<br />
Dede Iskandar<br />
Djajang Nurjaman<br />
Muhammad Syahid<br />
[sunting] Pemain<br />
[sunting] Skuad Senior<br />
No.  Posisi Nama pemain<br />
18  GK Sinthaveechai Hathairattanakool<br />
20  GK Cecep Supriatna<br />
1  GK Dedi Haryanto<br />
5  DF Maman Abdurrahman<br />
77  DF Chandra Yusuf Ahmad<br />
30  DF Nova Arianto<br />
4  DF Wildansyah<br />
2  DF Edi Hafid Murtadho<br />
17  DF Christian Rene Martinez<br />
26  DF Aji Nurpijal<br />
3  MF Irwan Wijasmara<br />
  No.  Posisi Nama pemain<br />
12  MF Gilang Angga Kusuma<br />
27  MF Cucu Hidayat<br />
16  MF Munadi<br />
24  MF Hariono<br />
8  MF Eka Ramdani (Kapten)<br />
7  MF Atep<br />
11  MF Satoshi Otomo<br />
9  FW Airlangga Sucipto<br />
13  FW Budi Sudarsono<br />
99  FW Christian Gonzalez<br />
10  FW Hilton Moreira<br />
 </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rid1nhabib.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rid1nhabib.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rid1nhabib.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rid1nhabib.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rid1nhabib.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rid1nhabib.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rid1nhabib.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rid1nhabib.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rid1nhabib.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rid1nhabib.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rid1nhabib.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rid1nhabib.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rid1nhabib.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rid1nhabib.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rid1nhabib.wordpress.com&amp;blog=11741112&amp;post=7&amp;subd=rid1nhabib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rid1nhabib.wordpress.com/2010/02/13/persib-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5212bc8e1ffe525575ce2dcab367b06c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rid1nhabib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>arema indonesia</title>
		<link>http://rid1nhabib.wordpress.com/2010/01/30/arema-indonesia/</link>
		<comments>http://rid1nhabib.wordpress.com/2010/01/30/arema-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 04:01:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rid1nhabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rid1nhabib.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Arema Indonesia (dulu: Arema Malang) adalah sebuah klub sepak bola yang bermarkas di kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Arema didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987, Arema mempunyai julukan &#8220;Singo Edan&#8221; . Mereka bermain di Stadion Kanjuruhan dan Stadion Gajayana. Arema Indonesia adalah tim sekota dari Persema Malang. Sejak berganti pemilik dari PT Bentoel Investama, Tbk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rid1nhabib.wordpress.com&amp;blog=11741112&amp;post=3&amp;subd=rid1nhabib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Arema Indonesia</strong> (dulu: <strong>Arema Malang</strong>) adalah sebuah klub sepak bola yang bermarkas di kota <a title="Malang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malang">Malang</a>, <a title="Jawa Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a>, <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Arema didirikan pada tanggal <a title="11 Agustus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/11_Agustus">11 Agustus</a> <a title="1987" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1987">1987</a>, Arema mempunyai julukan <em>&#8220;Singo Edan&#8221;</em> . Mereka bermain di <a title="Stadion Kanjuruhan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stadion_Kanjuruhan">Stadion Kanjuruhan</a> dan <a title="Stadion Gajayana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stadion_Gajayana">Stadion Gajayana</a>. Arema Indonesia adalah tim sekota dari Persema Malang. Sejak berganti pemilik dari PT Bentoel Investama, Tbk ke <a title="Konsorsium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konsorsium">konsorsium</a> di tahun 2009. secara resmi Arema Malang, berganti nama menjadi Arema Indonesia.</p>
<p>Sejak hadir di persepak bolaan nasional, Arema telah menjadi ikon dari warga <a title="Malang Raya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malang_Raya">Malang Raya</a> (<a title="Kota Malang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Malang">Kota Malang</a>, <a title="Kabupaten Malang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Malang">Kabupaten Malang</a>, <a title="Kota Batu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Batu">Kota Batu</a>) dan sekitarnya. Sebagai perwujudan dari simbol Arema, hampir di setiap sudut kota hingga gang-gang kecil terdapat patung dan gambar singa.<sup>[<em>rujukan?</em>]</sup> Kelompok suporter mereka dipanggil <em><a title="Aremania" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aremania">Aremania</a>&#8216;.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rid1nhabib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rid1nhabib.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rid1nhabib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rid1nhabib.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rid1nhabib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rid1nhabib.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rid1nhabib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rid1nhabib.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rid1nhabib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rid1nhabib.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rid1nhabib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rid1nhabib.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rid1nhabib.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rid1nhabib.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rid1nhabib.wordpress.com&amp;blog=11741112&amp;post=3&amp;subd=rid1nhabib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rid1nhabib.wordpress.com/2010/01/30/arema-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5212bc8e1ffe525575ce2dcab367b06c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rid1nhabib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://rid1nhabib.wordpress.com/2010/01/30/hello-world/</link>
		<comments>http://rid1nhabib.wordpress.com/2010/01/30/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 03:49:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rid1nhabib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rid1nhabib.wordpress.com&amp;blog=11741112&amp;post=1&amp;subd=rid1nhabib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rid1nhabib.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rid1nhabib.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rid1nhabib.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rid1nhabib.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rid1nhabib.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rid1nhabib.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rid1nhabib.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rid1nhabib.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rid1nhabib.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rid1nhabib.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rid1nhabib.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rid1nhabib.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rid1nhabib.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rid1nhabib.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rid1nhabib.wordpress.com&amp;blog=11741112&amp;post=1&amp;subd=rid1nhabib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rid1nhabib.wordpress.com/2010/01/30/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5212bc8e1ffe525575ce2dcab367b06c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rid1nhabib</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
